baca-berita.com – Kecelakaan maut yang melibatkan bus kembali terjadi. Kali ini bus pariwisata diduga alami rem blong dan menabrak tiga kendaraan di Turunan Simpang 4 Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (10/9/2022).

Kalau diperiksa lewat Portal Spionam Kementerian Perhubungan, bus pariwisata dengan pelat nomor N 7944 US sudah habis masa berlaku uji KIR . Masa berlaku uji yang tertulis berakhir pada 26 Februari 2022.

Menanggapi kecelakaan bus yang akhir-akhir ini terjadi dan terbukti tidak lolos KIR , Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) mengatakan, pengawasan terhadap angkutan jalan masih minim.

“KIR tidak penting bila pengawasan dan penegakan hukumnya tidak jalan,” kata pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Sani mengatakan, masih sering ditemui di jalan bus yang uji KIR sudah habis atau STNK-nya mati bahkan tidak terdaftar. Tapi tetap saja mereka bisa bebas beroperasi, tanpa adanya tindakan dari yang berwenang.

“Pertanyaannya kembali ke pemerintah, apa yang pemerintah pikirkan kondisi seperti ini?
Jangan bicara pelanggaran bila penegakan hukumnya tidak tegas dan jelas!,” kata Sani.


Menurut Sani, selama ini tidak ada pengawasan di lapangan. Ada saling lempar tanggung jawab untuk penegakan hukum di jalanan antara pemberi izin dan penegak hukum.

“Selagi pelaku usahanya (PO) tidak memiliki kompetensi dan memahami kewajibannya, KIR dan legalitas hanya hiasan semata,” kata Sani.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”