Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung menegaskan bahwa pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center merupakan inisiatif mantan Rektor Universitas Lampung Karomani dan tidak melibatkan organisasi NU.

“Perlu kami informasikan gedung itu dibangun atas inisiatif sendiri dari Karomani, sama sekali yang bersangkutan tidak melibatkan NU secara organisasi di semua level, baik PBNU, PWNU, maupunPCNU dan seterusnya,” kata Wakil Ketua PWNU Lampung Juwendra Asdiansyahdi Bandarlampung, Sabtu.

Menurut ia, fakta ini sebagaimana diungkap kuasa hukum Karomani bahwa surat menyurat perihal pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) atas nama pribadinya dan bukan perkumpulan NU.

“Dari hal itu sudah menunjukkan bukti bahwa LNC adalah milik pribadi bukan punya organisasi NU. Jadi, kami pun tidak tahu menahu dari mana dana pembangunan tersebut didapatkan dan apakah itu digunakan semua untuk LNC,” ujar Juwendra.

Ia mengatakan bahwa masalah yang menimpa Karomani merupakan kapasitasnya sebagai Rektor Unila dan bukan sebagai salah satu Wakil Ketua PWNU Lampung. Dengan demikian, perbuatan tersebut murni dari pribadi Karomani dan tidak ada sama sekali aktivitas maupun program PWNU.

“Secara keorganisasian semua aset-aset milik NU itu didaftarkan secara hukum, dinotariskan serta disahkan lembaga negara yang berwenang atas nama perkumpulan NU, tidak bisa atas nama pribadi. Tapi, faktanya gedung LNC itu surat menyuratnya adalah atas nama Karomani bukan NU. Itu mempertegas dan memperjelas bagaimana posisi PWNU dalam kasus yang saat ini yang melibatkan Karomani,” katanya.

Pihaknya juga tidak mengetahui apabila aliran dana yang digunakan untuk pembangunan LNCberasal dari kegiatan yang diduga melanggar hukum.

“Jelas tidak mungkin PWNU tahu bila ada indikasi tindakan melanggar hukum yang kita semua ketahui sebagai tindakan yang berdosa, melawan aturan agama atau perbuatan haram. Bila kami tahu sudah pasti NU tidak akan merestui, apalagi terlibat,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomaniyang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK telah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaantindak pidana korupsi suap penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri.

Penasihat hukum Karomanidalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa uang dari orang tua mahasiswa yang lulus Fakultas Kedokteran Unila diserahkan untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News