Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.com – Massa yang mengatasnamakan pengemudi ojek online ( Ojol ) melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), curug Kota Serang , pada Senin, 12 September 2022.

Berdasarkan pantauan Pikiran-Rakyat.com di lapangan, massa berbondong-bondong datang dari arah Jalan Pal Lima pada pukul 11.30 WIB dengan menggunakan kendaraan baik roda dua dan roda empat.

Setibanya di depan pintu gerbang KP3B, massa aksi langsung berkumpul dan melakukan orasi dengan menggunakan Mobil Komando (Makom).

Dalam aksinya tersebut, mereka menuntut dan menolak kenaikan harga BBM yang dinilai sangat berdampak bagi keberlangsungan profesi Ojol dan kehidupan masyarakat.

Salah satu perwakilan Ojol yang berorasi pun mengatakan secara tegas bahwa mereka menolak kenaikan harga BBM .

“Cabut dan batalkan kenaikan harga BBM ,” kata salah satu Ojol dalam orasinya di atas Mokom.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk bisa mencabut izin aplikator yang dinilai tidak mematuhi regulasi.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah menghentikan persaingan usaha yang tidak sehat.

Massa aksi juga meminta untuk merevisi Permenhub 12 tahun 2019 dan Keputusan Kemenhub 348 tahun 2019.

Para ojol ini juga turut menyampaikan penolakan terhadap aturan mengenai aturan tarif atas dan bawah. Termasuk potongan driver dari 20 persen menjadi 5 hingga 10 persen.

Triono, salah satu massa aksi perwakilan Ojol , mengatakan bahwa hari ini mereka dengan sengaja mogok beroperasi dalam rangka meminta pemerintah untuk bisa membatalkan kenaikan BBM .

“Tolak kenaikan BBM , cabut dan batalkan karena bagi driver online kenaikan BBM sangat memberatkan dan tidak manusiawi,” katanya kepada Pikiran-Rakyat.com.

Baca Juga: Viral Laporan Murid Diperkosa Ayah, Tukang Sapu, hingga Kepala Sekolah, Begini Kata Hotman Paris

Para Ojol ini juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk bisa menciptakan payung hukum bagi para driver online. Khususnya yang berpihak pada kesejahteraan mereka.

“Revisi perjanjian kemitraan dan bentuk badan pengawasannya, naikkan pendapatan driver online dan turunkan potongan komisi orderan dari 20 persen menjadi 5 sampai 10 persen,” katanya.

Diketahui, bahwa saat ini BBM jenis Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Sementara Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News