baca-berita.com – Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo alias Bripka RR , Erman Umar mengatakan bahwa kliennya adalah korban dari skenario yang dirancang oleh Ferdy Sambo .

“Peristiwa ini sesuatu yang sangat disesalkan, tapi bukan Bripka RR yang berbuat, dia korban keadaan,” kata Erman Umar.

Bripka RR menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dengan kelengkapan berkas perkara yang dikembalikan oleh kejaksaan (P-19).

Selama pemeriksaan berlangsung kuasa hukum Bripka RR turut mendampingi, diawali dengan pemeriksaan psikologi guna mengetahui kesehatan dan mempertegas keterangan tersangka.

Menurut Erman, kliennya tidak memiliki niat jahat dan lebih tepat jika dijadikan saksi terkait dengan pembunuhan berencana yang dilakukan kepada Brigadir J.

“Kalau menurut saya, posisi klien saya pantasnya sebagai saksi, pertama dia tidak punya mens rea (niat jahat), disuruh nembak tidak berani dia,” katanya dilansir Pikiran-rakyat.com dari Antara.

Bripka RR dijanjika sejumlah uang untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Brigadir J, namun Erman mengklaim bahwa kliennya tidak menerima uang yang dijanjikan oleh Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Menurutnya, uang yang diterima Bripka RR tiga hari pasca pembunuhan Brigadir J merupakan uang hasil kerjanya yang diberikan Ferdy Sambo lantaran telah menjaga istrinya.

Namun, Erman mengatakan bahwa kliennya, Bripka RR belum menerima uang tersebut.

“Oh tidak ada, itu setelah kejadian. Setelah skenario , Pak Sambo sampaikan ini ada uang, dalam BAP yang saya baca, uang itu diberikan karena kalian sudah menjaga ibu, bukan karena masalah bayaran penembakan. Tapi itu bisa saja, kalau Sambo bisa seperti itu, tapi keterangan itu berbeda-beda,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa Bripka RR tidak mengetahui adanya peristiwa pelecehan yang dialami oleh Putri Candrawathi di Magelang .

Menurutnya, pada saat kejadian tersebut Bripka RR bersama Bharada RE sedang dalam perjalanan ke sekolah anak Ferdy Sambo .

Namun, saat dalam perjalanan, Putri Candrawathi menelepon Bharada RE untuk kembali ke rumah dinas di Magelang .

Namun saat kembali ke lokasi, Bripka RR tidak melihat penghuni rumah di lantai satu, dan saat berada di lantai dua dia melihat Kuat Ma’ruf dalam keadaan tegang dan panik.

Pada saat itu Bripka RR melihat Brigadir J berupaya masuk menemui Putri Candrawathi namun dihalangi oleh Kuat Ma’ruf dengan menggunakan pisau.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”