Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.com – Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya Jerry Raymond Siagian resmi diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri lantaran terbukti melanggar etik dalam menangani kasus tewasnya Brigadir J .

Penetapan PTDH tersebut ditetapkan melalui Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar pada Sabtu, 10 September 2022, lalu.

Keterangan soal pemecatan Jerry Raymond itu disampaikan langsung oleh Wairwasum Polri Irjen Pol Tornagogo Sihombing.

“Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota Polri,” katanya, dikutip dari PMJ News, Senin, 12 September 2022.

Adapun diketahui, mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya tersebut dinilai melanggar Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 5 ayat (1) huruf c, Pasal 6 ayat (1) huruf d, Pasal 8 huruf c Angka 1, Pasal 10 ayat (1) huruf f dan atau Pasal 11 ayat (1) huruf a Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Terkait keputusan pemberhentian tersebut, Jerry Raymond pun mengajukan banding. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah.

“Atas putusan tersebut pelanggar menyatakan banding,” ujarnya.

Meski demikian, Nurul tidak menjelaskan lebih lanjut soal pengajuan banding oleh Jerry Raymond .

Lebih lanjut, Nurul justru mengatakan bahwa pada hari ini, Senin, 12 September 2022, pihaknya kembali menggelar sidang kode etik untuk Bharada Sadam yang merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

“Agenda sidang hari ini yaitu sidang KKEP dengan terduga pelanggar Bharada S, akan dilaksanakan pada hari ini Senin 12 September 2022 pada pukul 13.00 WIB, di ruang sidang DivPropam Polri Gedung TNCC Lantai 1 Mabes Polri,” ucapnya.

Bharada Sadam diduga tidak professional saat menjalankan tugasnya dalam kasus Brigadir J . Namun, ia tidak digolongkan sebagai tersangka obstruction of justice atau penghambat penyidikan.

“Sidang etik Bharada S wujud perbuatan yaitu ketidakprofesionalan di dalam melaksanakan tugas. Yang bersangkutan tidak tersangkut dengan obstruction of justice,” tuturnya.

Polri pun menghadirkan tiga orang sebagai saksi dalam sidang komisi etik terhadap Bharada Sadam.

“Saksi-saksi dalam persidangan pada siang hari ini ada tiga orang yaitu Ipda DD, Brigadir FF dan Briptu FD,” katanya.

Sebagai informasi, pihak Kepolisian telah menggelar Sidang Komisi Kode Etik terhadap sejumlah anggotanya yang dinilai melanggar etik profesi Polri, di antaranya adalah Ferdy Sambo, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nurpatria dan Diyah Candrawathi.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News