baca-berita.com – Kepala Sekretariat Negara (Kasetpres) Heru Budi Hartono menepis klaim hacker Bjorka soal kebocoran data .

Dia menegaskan, tidak ada surat maupun dokumen untuk Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) yang bocor ke internet.

Heru mengatakan, pernyataan resmi akan disampaikan Sekretariat Negara dalam waktu dekat.

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” ujar Heru.

Kendati demikian, Heru memastikan dugaan kebocoran data Presiden Jokowi dan Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut hanyalah kebohongan belaka.“Perlu saya tegaskan adalah itu sudah melanggar hukum UU ITE. Saya rasa pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya,” katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.Sebelumnya, hacker dengan nama Bjorka mengklaim telah meretas sejumlah surat dan dokumen milik Presiden Jokowi dalam sebuah grup Telegram.Hal itu kemudian diunggah oleh akun Twitter @darktracer_int dalam sebuah cuitan di Twitter pada Jumat, 9 September 2022.

Selain itu, hacker Bjorka diduga mengunggah dan memperjualbelikan data-data penting penduduk Indonesia.Salah satunya basis data registrasi SIM Card Prabayar dan basis data pelanggan dari internet service provider BUMN, IndiHome.Akun lain bernama strovian juga mengakui memiliki daftar Sumber Daya Manusia dari Badan Intelijen Negara (BIN) padaKlaimnya tersebut diunggah dalam situs website komunitas breached.to pada 7 September 2022 lalu.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”