baca-berita.comMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bernostalgia dengan mengunjungi kembali kampus almamaternya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay di Jayapura. Dia menceritakan bagaimana dirinya pernah berproses di STIE Port Numbay dan memperoleh berbagai pelajaran, baik dalam aktivitas perkuliahan dan di luar perkuliahan.

“Tidak ada jaminan kampus bagus, melahirkan produk bagus. Yang menjamin kualitas mahasiswa itu mahasiswa itu sendiri. Saya menjalankan bisnis saya, tugas negara, semua kegiatan bilateral di luar negeri, lobi-lobi investasi atas nama negara, ilmu yang saya pakai adalah yang saya peroleh dari Bapak dan Ibu dosen semua,” ujar Bahlil di hadapan dosen dan mahasiswa STIE Port Numbay, Sabtu (9/10/2022).

Kedatangan Bahlil di STIE Port Numbay hari ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ketua STIE Port Numbay John Agustinus, yang juga merupakan dosen yang pernah mengajar Bahlil saat menjalankan masa perkuliahan dulu. Menurut John, Bahlil sudah menampakkan jiwa kepemimpinannya sejak di bangku kuliah, dengan potensi yang dimiliki dan keaktifannya dalam berorganisasi.

“Kami bangga karena ada salah satu alumni perguruan tinggi swasta di Papua itu bisa menjadi Menteri. Biasanya yang menjadi Menteri itu adalah dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tapi hari ini kami menyaksikan anak terbaik dari Papua, lulusan dari Papua bisa menjadi seorang Menteri,” ungkap John.

Hal senada juga disampaikan oleh Moses Melmambessy yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana STIE Port Numbay. Moses mengungkapkan kebanggaannya terhadap Bahlil yang telah mencatatkan sejarah dalam Papua, di mana satu-satunya perguruan tinggi swasta yakni STIE Port Numbay mampu melahirkan seorang Menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini. Moses menceritakan bagaimana cara berpikir seorang Bahlil saat kuliah sudah menunjukkan pemikiran yang tajam untuk melihat fenomena yang ada di lingkungan mahasiswa.

“Sangat menyenangkan kalau bercerita tentang seorang Bahlil. Ada suka dan duka. Beliau ini berangkat dari seorang biasa-biasa saja. Sebagai seorang kondektur dan sopir. Tetapi dia menunjukkan bahwa keseriusan pada kuliahnya itu nyata di dalam apa yang dia lakukan. Saya sangat senang dan bangga. Siapa yang tidak bangga dan tidak senang kalau anaknya menjadi seorang Menteri,” ungkap Moses.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”