baca-berita.com – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa,mengakui, 18 personel Batalion Infantri Raider 600/Modang akan diperiksa Sub Detasemen Polisi Militer Merauke terkait meninggalnya warga sipil di Kampung Mememu, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua.

“Ke-14 prajurit itu dijadwalkan tiba di Merauke Rabu (14/9),” kataSaleh, di Jayapura, Papua, Senin.

Di antara mereka adalahkomandan pos, yang juga akan diperiksa karena Bruno Amenim Kimkomeninggal dunia pada 30 Agustus lalu, saat berada di Pos Batalion InfantriRaider 600/Modang, yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan perbatasan negara.

Sejauh ini, kata Saleh, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut namun bila ada maka yang bersangkutan akan diproses hukum, walaupun sudah ada penyelesaian secara adat. “Kasusnya tetap diproses hukum,” kata dia.

Kimkodiketahui berada di Pos Batalion InfantriRaider 600/Modang setelah ditahan bersama seorang rekannya, NorbertusKanggun, yang juga dilaporkan cidera. Mereka ditahan di sana setelah ada laporan warga ke Pos TNI dan dibawa ke pos itu.Jenazah Kimko dimakamkan 1 September lalu di TPU Kampung Mememu, Distrik Edera, Kabupaten Mappi.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”