baca-berita.com – Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia di Istana Balmoral, Skotlandia pada Kamis, 8 September 2022.

Semasa hidupnya, Ratu Elizabeth II disorot tak hanya karena kebaikannya kepada masyarakat dunia dan pengabdian lamanya pada Inggris, tetapi juga karena hubungannya dengan sang menantu, Putri Diana .

Ratu Elizabeth II dinilai kerap kali berseteru dengan keputusan kontroversial Putri Diana hingga jelang kematian sang menantu akibat kecelakaan di Paris tahun 1997.

Salah satu awal kemurkaan dari Ratu Elizabeth II bahkan terjadi saat Putri Diana mengunjungi Indonesia di tahun 1980-an. Apa yang terjadi antara keduanya?

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Newsweek pada Minggu, 11 September 2022, Putri Diana bersama Pangeran Charles III pernah melakukan tur ke Indonesia pada tahun 1989.

Mengunjungi beberapa tempat seperti Bali, Lombok, dan lainnya, pada November 1989, Putri Diana sempat mengunjungi satu rumah sakit yang berada di daerah Banten.

Pada saat itu, Putri Diana melakukan tindakan nekat yang membuat Ratu Elizabeth II murka.

Ketika tiba di Rumah Sakit, Putri Diana melihat ada pasien kusta yang pada saat itu ditakutkan orang banyak.

Pasien Kusta di Indonesia menjadi suatu ketakutan tersendiri karena dianggap memiliki kaitan erat dengan kutukan.

Tetapi, tanpa rasa takut, Putri Diana malah nekat duduk di dekat tempat tidur si penderita kusta.

Tak cukup dengan itu saja, ia juga bahkan berjabat tangan dengan si penderita kusta tersebut.

Tindakan yang dilakukan oleh Putri Diana ini menuai pujian banyak pihak. Pasalnya Diana membantu bantah stigma bahwa kusta adalah penyakit kutukan, menular, sehingga penderitanya kerap kali dikucilkan oleh masyarakat.

Tetapi ternyata Ratu Elizabeth II tak terlalu menyukai hal tersebut.

Berdasarkan pengakuan dari mantan bodyguard Diana, Ken Wharfe, Ratu Elizabeth menyebutkan tindakan yang dilakukan oleh menantunya tersebut tindakan berbahaya.

Pada sebuah wawancara dengan media The Telegraph pada tahun 2008, Wharfe menyatakan Ratu Elizabeth menentang Putri Diana atas tindakannya yang dilakukan terkait penyakit Kusta.

“Saya bertanya kepadanya ( Putri Diana ) ‘Ada Apa?’ dan dia berkata ‘Ratu tidak suka saya terlibat dengan AIDS dan Kusta, mengapa Anda tidak terlibat dengan sesuatu yang lebih menyenangkan?,” ujar Wharfe ketika dijelaskan oleh Putri Diana .

“Diana marah Ratu tidak bisa melihat apa yang dia lakukan. Dia merasa anggota keluarga kerajaan harus terlibat dalam kampanye untuk menemukan obat untuk AIDS,” tuturnya lagi.

Tak hanya Kusta saja, Putri Diana juga ternyata berperan penting dalam penghapusan stigam penyakit, salah satunya HIV AIDS.

Beberapa foto di internet menunjukkan sang putri pernah berjabat tangan langsung dengan para penderita HIV AIDS di seluruh dunia.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”