Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.comLaRae Quy, seorang mantan agen FBI yang bekerja lebih dari 23 tahun membagikan bagaimana cara agen FBI menemukan seorang pembohong .

Adapun LaRae kini menghabiskan waktu dengan menulis dan membagikan tips tentang segala hal yang ia pelajari selama di FBI .

Untuk mendeteksi kebohongan yang diucapkan seseorang, LaRae biasa menerapkan 8 cara berikut.

1. Membangun chemistry

LaRae menyebut, pengalaman membuktikan bahwa polisi yang menampilkan diri dengan ramah akan lebih mudah menemukan pembohong .

Baca Juga: Musim Hujan Telah Tiba, Berikut 6 Ramuan Herbal untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Ala Kemenkes

Ia menjelaskan, untuk mendeteksi kebohongan lawan bicara, kita perlu menampilkan empati dalam percakapan.

Menurutnya, hal tersebut akan membuat lawan bicara lebih terbuka dibanding ketika kita bersikap dingin atau cenderung menuduh.

2. Kejutkan mereka

Selama berhadapan dengan segala jenis penjahat, LaRae menemukan bahwa mereka cenderung mencoba mengantisipasi segala pertanyaan.

Tidak jarang, mereka berlatih menjawab pertanyaan spesifik agar terdengar jujur dan alami.

Untuk itu, LaRae mengungkap cara yang bisa dilakukan adalah ajukan pertanyaan yang sama sekali tidak mereka duga.

Kata LaRae, hal itu akan membuat mereka tersandung ucapannya sendiri.

Baca Juga: Viral Pria Ini Mirip Ferdy Sambo, Netizen: Buset Om Alih Profesi Yah

3. Perbanyak mendengar daripada bicara

LaRae mengungkap, kita dapat menangkap tanda kebohongan dengan mendengarkan lawan bicara.

Seorang pembohong cenderung berbicara lebih banyak daripada orang jujur.

Hal ini karena mereka sedang berupaya keras untuk memenangkan kepercayaan kita.

LaRae menambahkan, beberapa dari mereka terkadang berusaha menggunakan kata-kata rumit atau kompleks. Hal itu bertujuan untuk mengaburkan kebohongan mereka.

Secara rinci, LaRae merumuskan beberapa hal yang harus diperhatikan:

4. Perhatikan Cara Mereka Bilang “Tidak”

“Tidak” adalah kata kunci yang harus diperhatikan jika ingin mengetahui apakah seseorang berbohong.

Baca Juga: Link Live Streaming PSM Makassar vs Persebaya, Nonton Siaran Langsung BRI Liga 1 di Indosiar

Menurut LaRae, beberapa tanda kecenderungan seseorang berbohong, jika:

5. Perhatikan Perubahan Sikap

LaRae menjelaskan, perubahan yang terlalu mendadak dapat jadi tanda besar seseorang berbohong.

Adapun ia menyarankan untuk berhati-hati dengan orang yang punya ciri ini:

Menunjukkan penyimpangan ingatan atau tiba-tiba lupa pada momen krusial, padahal sebelumnya ia ingat dan waspada

Menjawab singkat, lalu menolak memberikan detail informasi

Tiba-tiba bicara formal, ini disebut sebagai tanda orang stres

Menggunakan pilihan kata yang berlebihan, seperti “fantastis” atau “menakjubkan” alih alih “baik” atau “bagus”.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Makananan yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin, Salah Satunya Mie Rebus

6. Suruh Mereka Bercerita Ulang

Ketika diminta untuk bercerita ulang, orang yang jujur justru akan mengingat lebih banyak fakta sambil bercerita.

Sementara, orang yang bohong akan berpegang pada cerita yang persis karena mereka menghafal cerita tersebut. Sekalipun mereka menambahkan detail, biasanya tidak akan sinkron.

LaRae menambahkan, kita juga bisa memakai trik yakni meminta mereka bercerita dengan alur mundur.

Misalnya, mulai dari ending cerita, lalu tanyakan apa yang terjadi sebelum itu.

Kata LaRae, itu akan sangat mudah bagi orang jujur, sebaliknya, akan menyulitkan bagi pembohong .

7. Waspadai Pujian Berlebih

LaRae menyebut, memang ada orang tulus di dunia ini. Namun, bedakan dengan orang yang berusaha keras untuk mendapat kesan yang baik.

Menurut LaRae, seseorang setuju dengan semua pendapat kita, memberikan pujian terus menerus, dan tertawa pada semua lelucon kita adalah tanda seseorang yang kurang jujur dan tulus.

8. Bertanya Lebih Lanjut

Jika merasa ragu akan sesuatu, tanyakan lebih lanjut dan mendalam pada orang tersebut.

Namun, LaRae menggarisbawahi bahwa perlu diingat, beberapa orang mungkin akan tidak nyaman atau malu dengan pertanyaan tertentu. (Asri Turana Restaripani)***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News