baca-berita.com – Hal tersebut diungkap oleh seorang ulama juga dosen di Inggris Timothy John Winter atau kini lebih dikenal dengan sebut Syekh Abdal Hakim Murad.

Syekh Abdal mengungkapkan kalau Raja Charles pernah belajar bahasa Arab saat masih berstatus pangeran.

Keinginan belajar bahasa Arab itu didengar sendiri oleh Syekh Abdal saat Raja Charles berkunjung Chambridge beberapa tahun lalu.

Tindakan Charles tersebut ternyata diketahui media massa di Inggris dan menimbulkan kontroversi. Padahal menurut Syekh Abdal, niat Charles belajar bahasa Arab bukan serta merta untuk tujuan negara.

“Sepuluh tahun yang lalu, Daily Mail menjadi sangat marah ketika ternyata pangeran Charles telah belajar bahasa Arab,” ucapnya.

“Mengapa dia ingin belajar bahasa Arab? Supaya dia bisa pergi ke teluk dan menjual pesawat tempur atau semacamnya? Tidak. Dia mengatakan itu agar bisa memahami Alquran,” imbuh Syekh Abdal.

Ia kemudian menantang pejabat parlemen lainnya di Inggris apakah berani untuk lakukan hal serupa seperti Raja Charles saat itu.

Diakui Syekh Abdal bahwa agama masih jadi isu sensitif di Inggris, terutama Islam. Di tengah perbedaan antara timur dan barat, muslim, non muslim, juga warga imigran, Raja Charles dinilai mampu keluar dari isu tersebut dengan bersikap berbeda.

Terlepas dari berbagai kontroversi tentang Raja Charles, syekh Abdal mengatakan bahwa sikap itu patut dipuji.

“Dia ingin mengatasinya (isu agama), dan itu layak mendapat pujian. Mengapa kita tidak memberinya pujian karena berpikir out of the box?” ucapnya.

Syekh Abdal mengatakan bahwa dirinya mengenal Raja Charles memang sebagai sosok yang menyukai kebudayaan juga karya seni Islam.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website suara.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”