baca-berita.com – Sebagai sumber protein terbesar di dalam tubuh manusia, kolagen diketahui memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan kulit dan anti-penuaan.

Bahkan lebih dari itu, kolagen ternyata juga memiliki manfaat potensial lainnya untuk membantu mendukung penurunan berat badan yang sehat dan pemulihan pasca latihan.

Dilansir laman Live Science, para ahli pun menjelaskan lebih lanjut mengenai kolagen dan bagaimana protein alami ini dapat membantu kita menurunkan berat badan sebagai berikut.

Apa itu kolagen ?

Kolagen adalah protein yang banyak ditemukan di dalam tubuh, dengan kolagen sintetis yang digunakan untuk membantu penyembuhan luka, pengobatan osteoartritis, dan bahan pengisi kulit.

Menurut Brian Carson, PhD, seorang dosen di Departemen Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olahraga di Universitas Limerick, kolagen adalah bentuk protein yang ditemukan dalam jaringan ikat seperti kulit, tulang, tendon, dan ligamen.

“Seperti protein lainnya, kolagen terdiri dari sejumlah asam amino, yakni blok bangunan untuk protein. Kolagen cenderung tinggi glisin, prolin, dan hidroksiprolin, serta memiliki kandungan asam amino esensial yang rendah,” kata dia.

Sebuah artikel di British Journal of Nutrition menemukan, suplementasi kolagen sangat membantu dalam meningkatkan komposisi tubuh pada pria sarkopenik (lemah) lanjut usia, bila dikombinasikan dengan latihan kekuatan.

Ini mungkin menunjukkan, suplementasi kolagen dapat mendukung kesehatan di kemudian hari.

Sementara itu, seorang dokter dan pendiri Lantern Clinic, Dr Margarita Kitova-John, juga menambahkan, produksi kolagen yang optimal membutuhkan protein tinggi dan diet vitamin C.

“Tanpa kolagen, tubuh manusia akan direduksi menjadi gumpalan sel yang saling berhubungan oleh beberapa neuron,” kata dia.

Cara tubuh menggunakan kolagen

Tubuh secara alami memproduksi kolagen dari makanan, tetapi mengonsumsinya dalam bentuk suplemen juga dapat membantu meningkatkan kadar kolagen alami ini.

Tubuh menggunakan kolagen untuk membangun tulang, kulit, otot, dan juga berfungsi dalam komunikasi seluler, penyembuhan luka, perbaikan jaringan, serta respons kekebalan tubuh.

Kolagen dimetabolisme seperti protein lain menjadi kombinasi peptida dan asam amino, yang kemudian digunakan untuk proses fisiologis seperti perbaikan tulang atau jaringan ikat sesuai kebutuhan.

“Jika kita mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, tubuh kemungkinan besar membuat kolagen yang cukup untuk kebutuhannya,” kata Kitova-John.

Kolagen dan penurunan berat badan

Bicara soal menurunkan berat badan, sebuah studi dalam International Journal of Medical Sciences menyimpulkan, suplementasi hidrolisat kolagen membantu menjaga berat badan tetap turun pada kasus kenaikan berat badan yang dialami wanita menopause yang telah menjalani ovariektomi.

Meski begitu, Carson mengatakan, tidak ada penelitian solid yang menunjukkan bahwa kolagen dapat secara langsung membantu penurunan berat badan.

“Tidak ada uji klinis yang menilai dampak kolagen pada manajemen berat badan atau penurunan berat badan.”

“Efek apa pun yang mungkin dimiliki asupan kolagen pada manajemen berat badan akan menjadi sekunder,” ungkap dia.

“Misalnya, kolagen telah digunakan untuk mengobati cedera sendi dan jaringan ikat dengan beberapa keberhasilan.”

“Hal ini dapat memungkinkan aktivitas fisik yang lebih besar yang dapat membantu dalam pengelolaan berat badan.”

“Namun, kolagen adalah bentuk protein berkualitas rendah dari perspektif sintesis protein otot.”

“Sehingga ada protein nabati dan hewani yang jauh lebih baik yang dapat dikonsumsi untuk tujuan membangun otot dan mengelola berat badan dengan cara ini,” sambung dia.

Di sisi lain, sebuah studi dalam Journal of Nutrition menemukan, gelatin (turunan kolagen) menghasilkan penekanan nafsu makan yang lebih baik daripada kasein (jenis protein lain).

Studi tersebut menyimpulkan, efek penekan nafsu makan dari kolagen ini dapat mengurangi asupan makanan secara keseluruhan dan menyebabkan penurunan berat badan.

Secara umum, diet tinggi protein telah dikaitkan dengan hasil metabolisme yang positif dan menjadi alat yang efektif untuk menurunkan berat badan.

Ahli gizi, Roxana Ehsani, mengatakan, penelitian masih terbatas, jadi kolagen belum bisa disebut sebagai alat yang efektif untuk menurunkan berat badan.

Namun itu mungkin membantu secara tidak langsung.

“Tubuh tidak dapat menyerap kolagen dari makanan dengan baik, jadi mengonsumsi lebih banyak makanan kaya kolagen tidak selalu berarti kita mendapatkan jumlah kolagen yang lebih tinggi ke dalam tubuh,” kata dia.

“Tetapi, jika kita mengonsumsi makanan kaya protein dan menyebarkannya sepanjang hari, ini bisa efektif untuk membuat kita kenyang lebih lama di antara waktu makan demi mencegah makan secara berlebihan,” imbuh dia.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”