baca-berita.com – Anak laki-laki dapat merasakan kebingungan ketika penis mereka mengalami ereksi selama masa puber .

Penis bisa ereksi atau mengeras apabila mendapat rangsangan secara seksual atau gesekan dari benda-benda lain, seperti celana.

Bagi laki-laki yang sudah dewasa , penis yang ereksi bukanlah sesuatu yang mengejutkan karena hal ini lumrah terjadi.

Sayangnya anak laki-laki yang belum memahami apa itu puber dapat mengalami kebingungan saat penis mereka ereksi.

Lalu, bagaimana cara memberi pemahaman seputar penis ereksi supaya si buah hati tidak terkejut?

Penis ereksi ketika anak laki-laki puber

Peran orangtua maupun guru diperlukan untuk memberi pemahaman seputar penis yang ereksi ketika anak laki-laki puber.

Mereka perlu dibuat mengerti bahwa penis yang mengeras ketika masa peralihan anak-anak ke remaja merupakan hal yang wajar.

Misalnya dengan menjelaskan bahwa ereksi dapat terjadi ketika jaringan seperti spons di dalam penis terisi oleh darah.

Ketika anak laki-laki puber, penis mereka dapat mengalami pembesaran ukuran dan berdiri atau menegang.

Sebaliknya ukuran penis bisa menyusut apabila dibiarkan selama beberapa waktu atau setelah mengalami ejakulasi.

Ada pun ejakulasi adalah keluarnya air mani atau sperma melalui uretra dari lubang kecil di ujung penis.

Ejakulasi dapat terjadi ketika anak laki-laki tertidur di malam hari -yang disebut emisi nokturnal atau mimpi basah.

Penyebab ereksi

Ereksi umumnya disebabkan oleh gairah seksual, seperti menyaksikan tontonan yang berbau sensual.

Akan tetapi penis dapat mengalami ereksi tanpa alasan tertentu. Hal ini harus dipahami oleh anak laki-laki supaya mereka tidak panik.

Pasalnya anak laki-laki yang puber bisa merasa aneh dengan penisnya yang ereksi ketika belajar di rumah atau tiduran di kamar.

Di samping itu penis bisa ereksi ketika memasuki tahap rapid eye movement (REM) alias proses mimpi ketika tidur.

Bagaimana jika anak laki-laki terlalu sering ereksi?

Perlu diketahui bahwa terjadinya dan berapa lama ereksi berlangsung pada setiap anak laki-laki berbeda.

Sebagian anak laki-laki kemungkinan tidak mudah ereksi, namun sebagian lainnya terlalu sering mengalami ereksi.

Karena alasan itulah tidak ada patokan berapa jumlah ereksi yang normal pada anak laki-laki.

Pasalnya hormon mengalami fluktuasi karena usia, kematangan seksual, aktivitas, dan waktu tidur.

Apabila intensitas penis ereksi terlalu sering, anak laki-laki dapat berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan.

Cara menghindari ereksi

Terjadinya ereksi biasanya tidak dapat dikontrol dan tidak mudah untuk dihindari.

Kecuali penis mendapat rangsangan yang cukup untuk berejakulasi bisa membantu penis tidak ereksi.

Di samping itu frekuensi penis ereksi dan mimpi basah dapat berkurang ketika hormon mulai stabil dan anak laki-laki sudah melewati masa puber.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”