Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.com – Menurut para ahli, mimpi dapat menjadi kunci dalam mengukur tingkat kecemasan seseorang.

Petugas medis di University of Düsseldorf mengungkapkan bahwa orang yang mengalami masalah kecemasan cenderung memiliki mimpi berbeda dengan orang yang tidak mengalaminya.

Para ahli yang menulis di jurnal Dreaming juga menemukan ada tiga tema mimpi yang berbeda pada orang dengan masalah kecemasan.

Menurut mereka, mimpi yang paling umum adalah merasakan emosi yang intens, mimpi pengulangan pengalaman atau situasi atau kejadian secara cepat, serta memimpikan mantan pasangan.

Mimpi lain yang sering terjadi yakni dikejar atau diserang, diam ketakutan, atau kecelakaan, seperti kecelakaan pesawat.

Para ahli juga menemukan orang dengan masalah kecemasan cenderung tidak memiliki interaksi positif dengan orang lain yang mereka temui dalam mimpi .

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman The Sun, pada Minggu, 11 September 2022, penulis utama dan psikolog Anton Rimsh menuturkan, temuan mereka menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan kecemasan memiliki mimpi yang intens.

“Kita dapat berasumsi bahwa kehadiran gangguan kecemasan memicu intensitas subjektif keseluruhan yang lebih tinggi dari pengalaman mimpi dan visualisasi mimpi ,” ujarnya.

“Sesuai dengan gagasan ini, kami menyimpulkan bahwa isi mimpi pada pasien yang mengalami kecemasan tidak hanya ada dalam jumlah besar, tetapi juga dialami oleh mereka dengan intensitas dan penekanan subjektif yang sangat tinggi,” katanya menambahkan.

Kemudian, para ahli menganalisis data dari dua kelompok orang yang berbeda, satu kelompok mengalami kecemasan dan yang lainnya tidak. Masing-masing kelompok berjumlah 38 orang.

Petugas medis meneliti peserta melalui penggunaan buku harian mimpi , kuesioner, dan analisis mimpi satu lawan satu.

Ketika informasi telah dikumpulkan, para ahli kemudian membandingkan dua hasil. Mereka menemukan bahwa orang dengan masalah kecemasan mengalami lebih banyak emosi negatif, seperti perasaan marah, takut, dan sedih.

Perasaan cemas dapat sepenuhnya normal, tetapi beberapa orang berjuang mengatasi kecemasan mereka.

Gangguan kecemasan terdiri dari beberapa jenis, yakni kecemasan umum hingga gangguan obsesif kompulsif, fobia spesifik, dan gangguan panik.

Beberapa orang ada kemungkinan menderita lebih dari satu jenis gangguan kecemasan . Misalnya, orang dengan fobia tertentu bisa mengalami kepanikan sebagai akibatnya.

Selain itu, seperti halnya kondisi kesehatan mental lainnya, orang dengan masalah kecemasan sering merasa terisolasi, sendirian, dan malu dengan apa yang mereka rasakan.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News