baca-berita.com – Umumnya, untuk menurunkan berat badan , seseorang harus melakukan defisit kalori dengan makan lebih sedikit atau menggunakan lebih banyak energi setiap hari.

Diet untuk mendapatkan penurunan berat badan cenderung menggembar-gemborkan defisit kalori yang besar sebagai rahasia untuk melangsingkan tubuh, namun hal itu kurang tepat dan berbahaya jika dilakuin dalam jangka waktu yang lama.

Lantas, bagaimana cara menentukan defisit kalori yang sehat?

Baca Juga: Perbedaan Hacker dan Cracker, Bjorka Termasuk yang Mana?

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Asupan kalori yang sehat tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas.

Secara umum, banyak ahli merekomendasikan untuk menjaga defisit kalori sekecil mungkin. Meminimalkan defisit ini membantu meminimalkan perubahan yang mungkin dilakukan tubuh sebagai respons (seperti memperlambat metabolisme dan meningkatkan rasa lapar).

Defisit kalori adalah berapa banyak kalori yang dibakar oleh tubuh daripada yang dikonsumsi. Misalnya, jika dalam sehari mengkonsumsi 2.000 kalori dan membakar 2.300 kalori setiap hari, maka tubuh akan mengalami defisit kalori 300 kalori per-harinya.

Kalori hanyalah ukuran energi yang akan digunakan tubuh atau akan menyimpannya sebagai glikogen atau lemak untuk digunakan sebagai energi nanti.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan defisit kalori adalah dengan makan lebih sedikit dari biasanya atau melakukan kegiatan yang membakar kalori lebih banyak seperti berolahraga.

Inilah mengapa sebagian besar tips diet merekomendasikan untuk memotong jumlah harian kalori.

Meskipun defisit kalori yang dibuat melalui makan lebih sedikit atau membakar lebih banyak kalori biasanya akan mengakibatkan penurunan berat badan , beberapa faktor tertentu dapat membuatnya lebih sulit.

Beberapa hal yang mempengaruhi berat badan , penurunan berat badan , dan kebutuhan energi adalah perubahan hormon, komposisi tubuh, usia, pola tidur, stress, dan kualitas makanan.

Diet rendah kalori dan sangat rendah biasanya dapat menghasilkan penurunan berat badan yang cepat, tetapi hampir tidak mungkin untuk diikuti dalam jangka panjang. Kebanyakan orang membutuhkan lebih banyak kalori per hari untuk merasakan yang terbaik dan memiliki energi yang mereka butuhkan untuk menjalani hari mereka.

Diet super rendah kalori dapat memiliki efek yang serius

Meskipun defisit kalori yang lebih besar menghasilkan penurunan berat badan yang lebih signifikan, memotong kalori terlalu drastis dapat menyebabkan sejumlah masalah seperti kekurangan energi, kekurangan nutrisi, extreme hunger, pusing, gangguan suasana hati.

Selain itu, pembatasan asupan kalori dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh Anda, seperti kehilangan massa otot, nafsu makan meningkat, pengurangan tingkat metabolisme istirahat Anda (kalori yang Anda bakar saat istirahat).Perubahan ini membuat pemeliharaan berat badan jangka panjang menjadi sulit.

Banyak ahli kesehatan merekomendasikan untuk memilih defisit kalori yang lebih kecil.

Misalnya, daripada memilih untuk mengurangi kalori sebanyak 500 atau 750 kalori per hari, kamu dapat memilih pengurangan kalori yang lebih moderat yaitu 250 kalori per hari. Atau, kamu dapat mengurangi 150 kalori per hari dan lebih aktif, yang akan menciptakan pengurangan kalori dengan meningkatkan keluaran energi.

Meskipun defisit kalori yang lebih kecil ini akan menghasilkan penurunan berat badan yang lebih lambat, akan lebih mudah untuk mempertahankannya dalam jangka panjang dan tidak akan membuat Anda merasa lapar sepanjang waktu. (Sintania Nur Amalia)***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”