Baca-Berita.com

Informasi Berita Terbaru

6 Oktober 2022

baca-berita.comTRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG – Foto macan kumbang yang mati usai tertarung dengan 3 petani di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang , Jawa Barat beredar.

Nampak bangkai macan itu diikat di keempat kakinya.

Tubuhnya nampak basah mengingat pertarungan hidup dan mati dilakukan di sungai.

Tiga petani itu berhasil membuat macan kumbang mati setelah tubuh macan itu dibenamkan di dalam air sungai hingga tak bisa bernafas dan mati.

Diketahui, tiga warga Sumedang diserang macan kumbang seukuran anjing dewasa, Rabu (7/9/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

Macan kumbang itu mati seusai bertarung dengan tiga orang petani yang sedang menggarap lahan perkebunan di sekitar hutan Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK).

Lantas apa yang akan dilakukan BBKSDA Jabar terkait bangkai macan itu?

“Nekropsi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian macan tersebut,” kata Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Irawan Asaad kepada TribunJabar.id, Minggu (11/9/2022) melalui sambungan telepon.

Nekropsi atau kegiatan membedah bangkai hewan itu akan dilakukan oleh para ahli di Bandung Zoological Garden.

Bangkai macan sendiri akan dibawa ke tempat tersebut, Senin (12/9/2022) besok.

Seusai nekropsi, bagaimana nasib jasad hewan dilindungi itu?

Irawan mengatakan bahwa ada prosedur khusus yang dilakukan terhadap bangkai hewan dilindungi.

“Sama seperti ketika ada gading-gading dari hewan dilindungi, ada prosedur khusus. Mungkin dimusnahkan,” kata Irawan.

Yang jelas, katanya, hewan-hewan itu tidak boleh diawetkan.

Ketidak bolehan itu bahkan berlaku untuk BBKSDA sendiri.

Pda Rabu (7/9/2022) sekitar pukul 14.00 WIB, macan kumbang muda mengendap ke area perkebunan di blok Cihanjawar, Desa Tegalmanggung, Cimanggung, Sumedang . Di area tersebut, tiga orang petani sedang bekerja memelihara tanaman alpukat. Para petani itu diserang dan mendapatkan luka serius.

Pertarungan Hidup-Mati Lawan Macan Kumbang

Tiga orang warga Sumedang diserang macan kumbang ukuran anjing dewasa.

Ketiga orang warga Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang itu diserang macan saat sedang berada di kebun, sekitar 1,5 kilometer dari batas Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) untuk merawat tanaman-tanaman alpukat milik seorang juragan di Kota Bandung.

Penyerangan oleh macan itu terjadi pada Rabu (7/9/2022) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Macan tersebut memasuki area perkebunan dan mula-mula menyerang satu di antara tiga petani itu.

Udes, salah satu korban selamat bercerita bagaimana mereka bisa selamat dari serangan macan kumbang.

“Pertama nyerang ke saya, saya ketika itu sebisa-bisa saya membela diri. Gerakan cakarannya begitu cepat. Kuku-kukunya menggores kening dan wajah saya,” kata Udes (40) kepada TribunJabar.id, Jumat (9/9/2022) malam.

Udes sekuat tenaga mengibaskan macan seukuran anjing dewasa itu sehingga macan pun lepas dari tubuh Udes.

Seperti ketakutan, macan itu menyerang segala yang dianggapnya ancaman.

Macan itu kemudian menyerang Didin (46).

Tangan kiri Didin dekat sikut digigit macan itu.

Bekas taring membuat sebagian daging tangannya bolong.

“Macan itu mengincar leher. Saya melihat Didin berguling-guling dengan macan, saya tangkap macan itu,” kata Adi (30), orang ketiga yang terlibat pertarungan dengan macan.

Adi mencoba menjauhkan macan dari dua temannya yang telah terluka.

Sayang, jempol Adi juga kena gigit macan, sampai akhirnya macan bisa ditenggelamkan di sungai dan mati.

Bangkai macan kumbang itu kini dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Seekor macan kumbang seukuran anjing dewasa menyerang tiga orang warga Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang .

Ketiga orang tersebut sedang berada di kebun, sekitar 1,5 kilometer dari batas Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) untuk merawat tanaman-tanaman alpukat milik seorang juragan di Kota Bandung.

Penyerangan oleh macan itu terjadi pada Rabu (7/9/2022) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Macan tersebut memasuki area perkebunan dan mula-mula menyerang satu di antara tiga petani itu.

Kepala Desa Tegalmanggung, Cecep Ali Hasan mengatakan bahwa orang yang pertama kali mendapat serangan itu terpojok karena ganas dan liarnya macan.

“Orang pertama galungan (bertarung) dengan macan itu. Demi menyelamatkan temannya, dua petani lainnya membantu,” kata Cecep saat dihubungi TribunJabar.id, Jumat.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Macan Kumbang yang Serang Warga Sumedang Tak Boleh Diawetkan, Ini Langkah BKSDA

Penampakan Macan Kumbang di Peternakan Ayam Daerah Bandung, Kerap Memangsa Hewan Ternak

Penampakan Macan Kumbang di Peternakan Ayam Daerah Bandung, Kerap Memangsa Hewan Ternak

Detik-detik Macan Kumbang Masuki Perkampungan di Cicalengka, Mangsa Ayam dan Rusa di Penangkaran

Bangunan SMPN 2 Situraja Sumedang Terbakar, Warga Turut Padamkan Api dengan Alat Seadanya

2 Bangunan SMPN 2 Situraja Kab Sumedang Hangus Terbakar, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Aksi Mogok Bicara & Makan 3 Hari Massa Unjuk Rasa Proyek Tol Cisumdawu Sumedang, Ini Tuntutannya

5 Atlet Pencak Rote Ndao Borong 8 Medali di Ajang PBO Championship Internasional Tahun 2022

Istana Belum Terima Permintaan Resmi dari Plt Ketua Umum PPP Mardiono Untuk Bertemu Presiden Jokowi

Sosok Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Diserbu Warganet di IG Gara-gara Penolakan Gereja

Bharada E Masih Trauma dengan Peristiwa Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Kini Banyak Berdoa

Bjorka Berulah dan Klaim Bocorkan Dokumen Rahasia Presiden Jokowi, BSSN Gandeng Bareskrim

Bantuan Langsung Tunai BBM dan BPNT Mulai Disalurkan di Jateng, Dibagikan pada 3,2 Juta Penerima

Kuliner Legendaris Serabi Hijau Sari Rasa Bekasi, Sudah Berdiri 22 Tahun & Jadi Favorit Banyak Orang

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website tribunnews.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Baca-Berita.com di Google News