baca-berita.com – Simak enam tanda berikut yang menunjukan bahwa jadwal anak Anda terlalu padat.

Jadwal yang terlalu padat tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental anak, diantaranya adalah kelelahan dan stres .

Penting bagi orangtua untuk mengetahui jadwal anak dan mengontrol jadwal tersebut agar tidak memberatkan anak.

Dirangkum Pikiran-Rakyat.com dari Yourtango berikut adalah enam tanda jadwal anak Anda terlalu padat dan cenderung mengalami stres .

1. Tidak ada waktu luang dalam seminggu.

Untuk kesejahteraan anak Anda, mereka membutuhkan setidaknya satu sore yang luang selama seminggu, idealnya lebih dari itu.

Waktu luang tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, waktu bersama keluarga, bermain, dan juga waktu untuk diri sendiri.

Beginilah cara anak Anda bersantai dan mengembangkan imajinasinya.

Melalui waktu luang , seorang anak belajar untuk bersandar pada sumber daya batin mereka.

Memungkinkan mereka untuk mengembangkan kekuatan dan bimbingan dari dalam ke luar, bukan hanya dari otoritas luar.

2. Tidak ada makan malam keluarga

Bagaimana Anda menggambarkan waktu makan malam Anda bersama keluarga?

Apakah semua orang makan bersama atau terburu-buru untuk menyelesaikan makan malam tersebut?

Kegiatan berkumpul, melihat wajah satu sama lain di sekitar meja, dan memiliki waktu untuk bertanya “bagaimana harimu?” dapat menjadi ritual penting dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sangat bermanfaat bagi anak karena memberikan rasa stabilitas, keamanan, dan koneksi.

3. Sering mengerjakan pekerjaan rumah di mobil.

Tidak ada waktu yang anak Anda miliki untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Mereka seringkali mengerjakan pekerjaan rumah tersebut di dalam mobil.

Jika Anda memperhatikan ini menjadi kebiasaan yang sering terjadi, mungkin sudah waktunya untuk memeriksa kembali jadwal anak Anda.

4. Anak Anda tidak pernah punya waktu untuk “tidak melakukan apa-apa”.

Dikatakan bahwa “alam membenci kekosongan” dan sore yang tidak terjadwal bisa menjadi slot waktu yang menggoda untuk memesan kelas dansa atau pelajaran berenang.

Namun sebelum mengambil keputusan tersebut, lihat berapa banyak waktu istirahat yang sebenarnya anak Anda miliki.

Anda mungkin harus membiarkan waktu kosong tersebut untuk anak Anda.

Bicaralah dengan anak Anda tentang pentingnya waktu senggang untuk bersantai, merenung, dan membimbing diri sendiri menuju minat dari diri mereka.

5. Anak Anda tampak sangat lelah, kewalahan, sedih, atau stres .

Anak-anak secara alami memiliki banyak minat dan mungkin mereka sendiri yang ingin mengikuti semua kegiatan.

Belajar bahwa mereka dapat membagi minat dan komitmen dari waktu ke waktu dapat bermanfaat bagi kesehatan sosial-emosional mereka.

Jika Anda memperhatikan bahwa anak Anda menunjukkan respons stres tingkat orang dewasa dan tampak terlalu lelah, kewalahan, atau sedih, bicarakan dengan mereka tentang komitmen mereka dan beri mereka kekuatan untuk membuat perubahan pada jadwal mereka.

6. Anak Anda tidak lagi punya waktu untuk bermain atau “nongkrong”.

Bermain sangat penting bagi anak-anak untuk mengetahui apa yang mereka pelajari dalam pengalaman hidup mereka.

Itu membangun minat mereka dan memberi mereka koneksi ke diri dan imajinasi terdalam mereka.

Jika waktu seorang anak benar-benar tersita oleh pembelajaran dan aktivitas terstruktur, mereka kehilangan waktu bermain yang berharga.

Pendiri National Institute for Play, Stuart Brown, MD, mengatakan: “Yang benar adalah bahwa bermain tampaknya menjadi salah satu metode paling canggih yang diciptakan alam untuk memungkinkan otak yang kompleks untuk menciptakan dirinya sendiri.”

Itulah enam tanda bahwa jadwal anak Anda terlalu padat dan bisa menyebabkan stres .***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”