baca-berita.com – 2>

Mungkin, kita merasa jijik membayangkan wujud serangga masuk ke dalam mulut kita.

Namun ternyata, hampir 2,5 miliar orang di seluruh dunia menambahkan serangga ke dalam menu diet mereka.

Serangga banyak dipilih oleh mereka yang ingin menerapkan diet berkelanjutan , namun tetap mencari rasa daging.

Karena alasan budaya, diet serangga masih menemui kendala untuk diadopsi oleh masyarakat di belahan dunia Barat.

  • Lebih ramah lingkungan

Di Eropa, serangga yang termasuk dalam hewan invertebrata (hewan yang tidak memiliki ruas-ruas tulang belakang) sering disajikan sebagai camilan agar konsumen mau mencoba sensasi makan serangga.

Produksi serangga diklaim menghasilkan gas rumah kaca antara 10-100 kali lipat lebih sedikit dibandingkan produksi daging babi.

Serangga seperti jangkrik dideskripsikan memiliki rasa seperti kacang. Umumnya, jangkrik dibumbui dengan bawang putih, rempah-rempah, dan kunyit.

  • Rasa serangga

Diberitakan The Guardian, ada satu riset yang dikerjakan para peneliti dari Wonkwang University di Korea Selatan.

Penelitian tersebut menemukan, mealworm atau ulat Hongkong dapat terasa seperti daging panggang ketika dipanaskan dengan gula.

Jadi, cara memasak turut memengaruhi cita rasa dari ulat Hongkong, menurut riset tersebut.

Ketika serangga ini digoreng, kita akan mendapatkan rasa seperti udang. Hasilnya sama jika kita mengolah ulat dengan cara dipanggang.

Namun, jika kita mengukus ulat tersebut, rasa yang didapatkan adalah aroma seperti jagung.

Hasil eksperimen ilmiah pada profil rasa serangga memungkinkan serangga untuk digunakan sebagai produk alternatif daging di masa depan.

Bagi kamu pelaku diet, apakah tertarik mencoba diet serangga ini?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”