baca-berita.com – Uang merupakan salah satu alat pembayaran yang sangat penting. Selain itu di dalam uang juga ada informasi atau sejarah yang bisa dipelajari oleh masyarakat.

Di Indonesia, rupiah bukanlah mata uang pertama yang digunakan. Ada beberapa alat tukar yang pernah dipakai, mulai dari emas, potongan kain, perak sampai uang kertas yang saat ini paling populer.

Uang kuno yang paling tua dan pernah digunakan di Indonesia ada berbagai macam. Dari informasi Museum Bank Indonesia (BI) disebutkan ada uang era Kerajaan Nusantara.

Jadi sebelum mengenal uang sebenarnya masyarakat menggunakan benda alam seperti produk pertanian, peternakan dan produk kerajinan sebagai alat tukar yang dikenal dengan istilah barter.

Kemudian dalam perkembangannya, digunakan alat barter dengan jenis yang lebih tahan lama, seperti garam, batu, manik dan logam.

Nah pada kerajaan Hindu-Buddha alat pembayaran mulai mengalami kemajuan, terutama dari bahan dan desainnya. Di Jawa, alat pembayaran sudah terbuat dari logam emas dan perak. Mata uang tertua dibuat sekitar abad ke-9 yang disebut Krishnala atau Uang Ma dari Mataram Kuno.

Sedangkan dari Majapahit menggunakan uang Gobog yang terbuat dari tembaga dan meniru kepeng Cina yang diperkirakan beredar pada abad ke-14 sampai abad ke-16. Selain alat pembayaran, uang ini kemudian digunakan sebagai benda keramat.

Pada masa ini perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain termasuk China, India, dan berbagai kerajaan Islam juga sudah mulai terjadi. Pada era perdagangan yaitu 1511-1816 juga banyak uang-uang yang digunakan untuk bertransaksi, mulai dari Real Spanyol, Stuiver, Duit, Dukaton, dan Ropij Jawa.

Selanjutnya pada masa kolonial Belanda pada periode 1816-1942 diketahui bahwa uang-uang gulden baik koin maupun kertas yang digunakan sebagai alat pembayaran, diterbitkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan De Javasche Bank.

Mulai banyak uang kertas dengan pecahan dan ukuran yang berbeda. Tak cuma uang ada juga token perkebunan yang diterbitkan dan digunakan saat itu.

Saat era kolonial, Belanda menerbitkan uang kertas di Batavia bergambar Ratu Wilhemina. Dengan pecahan 1 gulden. Kemudian ada juga gulden dengan gambar wayang orang yang diterbitkan pada 25 November 1938.

Hingga pada era pemerintahan Jepang juga menerbitkan uang kertas pecahan 1 cent periode 1942-1945. Kemudian ada juga uang Dai Nippon Teikoku Seihu Sepoeloeh Roepiah bergambar Gatot Kaca.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website detik.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”