baca-berita.com – PT Bank DKI meningkatkan penetrasi penyaluran kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan mulai menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang realisasinya dibidik rampung pada Oktober 2022.

“Kita bermain di UMKM, kita punya market pasar yang jelas. Kita punya Pasar Jaya itu ada 155, itu kita masuk,” tukas Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy kepada CNBC Indonesia, Minggu (11/9/2022).

Dia menjelaskan, bahwa perseroan mendapat kepercayaan untuk menyalurkan KUR sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. “Posisi September ini, minggu ini (11/9) kita sudah realisasi sekitar Rp 650 miliar. Kita prediksi Oktober ini habis. Dan kita akan ajukan juga penambayan Rp 250 miliar,” tuturnya.

Fidri menambahkan, bahwa plafon penyaluran KUR sendiri beragam sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha dari para debitur. “Jadi itulah bentuk aksi nyata dari kita untuk masyarakat level bawah, tadi bisa dilihat pemberian kredit adan yang konvensional ada yang syariah. Dan itu tadi ada yang dari kredit mikro Rp 10 juta dan yang paling top itu tadi Rp 500 juta,” paparnya.

Komitmen Bank DKI dalam mendukung pengembangan segmen UMKM di DKI Jakarta ditunjukkan juga dengan penyerahaan KUR secara simbolis kepada para debitur UMKM di acara Cash Free Day, hari ini. Turut hadir menyaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

“Jadi kita support UMKM. Jakarta tidak hanya sebagai Ibu Kota, tapi juga sebagai pusat perekonomian, pusat bisnis dan perdagangan,” sambung Ahmad Riza mengapresiasi langkah Bank DKI.

Sementara itu terkait dengan target penyaluran kredit Bank DKI pada tahun ini dibidik tumbuh 20%, di mana Fidri tetap optimis dengan kinerja bisnis bank dan ekonomi DKI Jakarta.

“Kita masih melihat potensi yang akan kita garap bagus. Dan mengapa tadi Forbes memberikan penghargaan kepada kita. Kita lari di atas rata-rata perbankan, kita double digit baik kenaikan kredit, kenaikan asset, dana pihak ketiga. Dan LAR kita terjaga, NPL terjaga,” ujarnya.

Adapun kinerja keuangan Bank DKI tecatat laba tumbuh 30,64% secara setahunan (yoy) dari Rp 386,47 miliar, menjadi Rp 504,90 miliar pada kuartal II-2022. Penyaluran kredit tumbuh 20,15% yoy dari Rp 36,32 triliun menjadi Rp43,64 triliun. NPL membaik dari 3,03% pada kuartal II-2021 menjadi 2,26% pada kuartal II-2022.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”