baca-berita.com – Beberapa waktu lalu KOMPAS.com berkesempatan melihat langsung kebun pembibitan eucalyptus milik PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di Aek Nauli, Simalungun, Sumatera Utara.

Di tempat ini 2,5 juta bibit eucalyptus diproduksi tiap bulannya. Bibit siap tanam didistribusikan ke 5 lokasi lahan konsesi hutan tanaman industri milik TPL di Aek Nauli, Habinsaran, Tapanuli Selatan, Aek Raja, dan Tele untuk menjaga keberlanjutan produksi bubur kertas.

Di TPL 123 jenis eucalyptus pernah dilakukan pengujian, namun kini hanya 8 jenis eucalyptus dibudidayakan dan cocok ditanam di lahan konsesinya. Delapan jenis ini diharapkan mampu menghasilkan bahan baku bubur kertas yang berkualitas yang diproduksi TPL.

Proses pembibitan eucalyptus di sini dilakukan dengan sistem vegetatif. Pohon indukan ditanam untuk diperbanyak menjadi bibit baru.

Sebulan pertama bibit euclyptus yang telah dicacah di media tanam dirawat di rooting house. Di sini bibit-bibit eucalyptus dirawat agar akarnya segera tumbuh.

Di dalam rooting house bibit eucalyptus disirami air secara berkala secara otomatis. Kelembaban dijaga, sinar matahari tetap masuk lewat atap dan dinding rooting house yang sengaja dibuat dari plastik transparan.

Setelah sebulan bibit-bibit ini dipindahkan di area terbuka. Selama dua bulan jika pertumbuhan akar sudah sempurna maka bibit eucalyptus siap untuk dikirim dan di tanam di lahan konsesi TPL.

Tak jarang tiap tanaman memiliki proses tumbuh yang berbeda-beda. Di TPL bibit-bibit yang mengalami pertumbuhan lambat dirawat hingga 5 bulan.

Setelah 5 bulan bibit eucalyptus yang tak layak tanam akan dibuang. Dari total bibit yang ditanam di kebun pembibitan TPL, rata-rata 65 persen bibit tumbuh sempurna, sisanya harus dibuang karena gagal.

Dalam sehari 120 ribu bibit eucalyptus dikirim untuk memenuhi kebutuhan 5 lahan konsesi TPL.

TPL memiliki luas lahan konsesi 167.912 hektar di Sumatera Utara. Dari total konsesi TPL, 46.984 hektar (28%) menjadi area penanaman Eucalyptus , 64.547 hektar (38%) dijadikan area konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati.

Pada tahun 2021 realisasi volume produksi bubur kertas TPL mencapai 200.192 ton. Bubur kertas yang diproduksi 79 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sisanya diekspor kesejumlah negara seperti Tiongkok, Taiwan, dan Vietnam.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://baca-berita.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://baca-berita.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”